Makanan Khas Keraton Solo

Kuliner Belanda banyak mempengaruhi kuliner Solo, terutama pada hidangan kraton. Selain selat Solo, ada bistik galantin dan nasi jemblung yang dulu jadi favorit para raja.

Kota Solo memiliki dua istana raja yakni Kraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran. Keluarga kraton memiliki hubungan baik dengan negara Eropa, termasuk Belanda. Karenanya hidangan Belanda jadi salah satu menu sajian kraton untuk menjamu tamu pada masa itu. Seperti dirangkum detikFood (20/02), inilah beberapa hidangan kraton tersebut.

1. Bistik galantin
Bistik ini umum disajikan untuk para raja dan tamu istimewa kerajaan. Potongan daging cincang, sosis, roti, dan telur dicampur menjadi sebuah adonan yang kemudian dibentuk, dikukus, dan digoreng dengan margarin. Bistik galantin lalu diberi pelengkap potongan wortel, telur, tomat, kentang goreng, dan kacang polong. Sajian ini mendapat pengaruh budaya Belanda yang cukup kental.

2. Nasi londoh pindang
Nasi londoh pindang termasuk menu yang kerap disantap para bangsawan dan raja Solo di masa lalu. Sajian ini mirip perpaduan antara rawon dan sayur lodeh. Isiannya berupa campuran dua sayur, yakni pindang daging dan krecek (rambak kulit daging sapi) serta telur bebek rebus dengan sayur lodeh. Bubuk kedelai hitam lalu ditaburkan di atas nasi londoh pindang.

Salah satu restoran Solo yang masih menyajikan menu ini adalah Resto Roemahkoe milik juragan batik ternama, (alm.) Bapak Puspo Sumarto di Jl. Rajian No. 501, Laweyan.

Foto: detikFood

3. Selat Solo
Menyebut hidangan kraton Solo, tak bisa melewatkan selat solo. Salad ini memakai semur bergaya Jawa Belanda. Racikannya terdiri dari wortel rebus, buncis, telur (rebus/pindang), irisan tomat, keripik kentang/kentang goreng, dan bawang merah. Irisan daging sapi lalu ditambahkan untuk menyempurnakan selat Solo. Pelengkapnya tentu saja siraman kuah semur yang bercita rasa manis gurih.

Penjual selat Solo yang terkenal adalah Warung Selat Mbak Lies di Jalan Serengan Solo dan RM Kusuma Sari di Perempatan Nonongan.

Foto: mymagz.net

4. Nasi jemblung
Sajian nasi ini sangat menarik karena nasi dicetak bentuk melingkar dengan lubang di tengah. Lubang lalu diisi bistik (semur) lidah sapi yang empuk. Campuran rasa manis gurihnya membuat banyak orang ketagihan. Rasa gurih berasal dari pemakaian aneka rempah seperti pala, cengkeh, dan saus kenari.

Konon nasi jemblung termasuk menu kegemaran Paku Buwana X, raja terbesar dari Kraton Surakarta Hadiningrat. Menu ini juga dapat ditemui di Resto Roemahkoe.

Foto: detikFood

5. Bestik
Bestik mungkin tak sepopuler hidangan tradisional Solo lainnya. Hidangan ini diadaptasi dari kuliner Belanda yaitu Biefstuk yang berarti beefsteak atau steak daging sapi. Racikan bestik Jawa terdiri dari daun selada, potongan tomat, dan kentang serta wortel. Dagingnya berupa irisan halus tipis, nyaris seperti daging cincang. Kuahnya berwarna kecokelatan dengan rasa manis kecap.

Bila ingin mencicipnya, mampir saja ke Warung Harjo Bestik dan Bakmi di kawasan Dr Radjiman Timur perempatan pasar kembang, Solo.

 

Sumber : https://food.detik.com/read/2016/02/20/134024/3146871/297/galantin-dan-nasi-jemblung-hidangan-khas-kraton-solo

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s